STREAM NOW

Voice of Baceprot (VOB) is a trailblazing Indonesian all-female metal trio known for shattering stereotypes and bringing heavy music to the global stage. Formed by three hijab-wearing students - Marsya (vocals & guitar), Widi (bass), and Siti (drums), in the small village of Singajaya, West Java, the band rose to fame in 2017 while still in vocational school. Their breakout moment came when a live video of their original song “The Enemy of Earth is You” went viral, propelling them into the international spotlight.

The name, “Baceprot,” comes from the Sundanese word for “noisy”, a perfect reflection of their sound and bold message. VOB's roots trace back to Islamic junior high school, where their music teacher, Cep Ersa Eka Susila Satia (aka Abah Erza), introduced them to music and encouraged their passion—ultimately coining the name Voice of Baceprot.

Since then, the trio has captivated global audiences with their unapologetic blend of metal, heavy rock, punk, and social commentary, tackling issues like environmental destruction, gender equality, and freedom of expression. They’ve performed alongside full orchestras (including Erwin Gutawa Orchestra), did multiple international tours and have graced some of the world’s most iconic stages. VOB made history as the first Indonesian band to perform at Glastonbury Festival, and they’ve also delivered a blistering set at Wacken Open Air, the largest metal festival in the world.

VOB has been spotlighted by major global media outlets like The New York Times, BBC, NPR, DW, Reuters, and The Guardian, with Metal Hammer dubbing them “the Metal Band the World Needs Right Now.” In 2025, the band is embarking on a new chapter with the upcoming release of their second EP, bringing their powerful message to even more corners of the world.

From small-town classrooms to international festival stages, Voice of Baceprot continues to redefine what it means to be loud, proud, and unstoppable.


STREAM 'GARONG' NOW

TOUR  DATES

A list of festivals and concerts to be held soon! You can buy the latest concert tickets here!

Aug
29-30
2026
Saturday

Jam Jam Asia Music Festival 2026

No. 99號, Taipei, TAIWAN
Tickets
Dec
04
2026
Friday

Good Things Festival | Melbourne 2026

448 Epsom Rd, Melbourne, AUSTRALIA
Tickets
Dec
05
2026
Saturday

Good Things Festival | Sydney 2026

1 Showground Rd, Sydney Olympic Park, AUSTRALIA
Tickets
Dec
06
2026
Sunday

Good Things Festival | Brisbane 2026

600 Gregory Terrace, Brisbane, AUSTRALIA
Tickets

Discography

Single and all music albums we released between 2014 and 2026!

Jour nal

[PRESS RELEASE] Voice of Baceprot Release "GARONG", A Protest Against the Normalization of Corruption

Sun, 16 Aug 2026
[Press Release – English Version] 

Garut, Indonesia — Voice of Baceprot (VOB) return with a new single, "GARONG," a work born from their concern over social realities. The song serves as both a reflection on the deepening roots of corruption and a warning about the dangers of allowing wrongdoing to gradually become accepted as normal. 
Corruption is a crime that almost everyone agrees is immoral and harmful. Yet despite this collective awareness, its practice continues to grow. The number of offenders keeps increasing, the financial losses become greater, and loopholes within the system, weak law enforcement, and a culture of easy forgiveness allow this crime to persist and thrive. 
Through "GARONG," Voice of Baceprot highlight how systems can slowly legitimize misconduct. When rules can be manipulated, punishments fail to deter, and society is too quick to forget, corruption ceases to be merely an individual act and instead becomes part of a culture passed down from one generation to the next. 
  
For Voice of Baceprot, the greatest concern is not only the scale of material loss, but the erosion of moral boundaries within society. When dishonesty, greed, and the habit of taking what does not belong to us are repeatedly displayed without shame, there comes a point when such behavior is no longer seen as wrong, but simply normal. 
"We believe that when lies and abuses of power are continuously tolerated, we are not only witnessing destruction—we are also passing it on. The line between right and wrong becomes blurred, our conscience grows numb, and honesty gradually starts to feel unfamiliar," says Voice of Baceprot. 
"GARONG" emerged from an anxiety about the future. The song is not merely a criticism of corrupt individuals, but also an invitation for society to examine its own role. Because when we continue to forgive without demanding change, we create the conditions for future generations to grow up with increasingly fragile moral standards. 
Driven by aggressive musical energy and direct, uncompromising lyrics, "GARONG" stands as a voice of resistance against the normalization of corruption and a reminder that protecting integrity is far easier than repairing damage that has already become deeply entrenched. 
With this single, Voice of Baceprot once again affirm their belief that music is more than a medium of artistic expression. It is also a space to voice social concerns, encourage critical reflection, and defend values that should never be open to compromise. 
"GARONG" will be available on all digital streaming platforms starting August 16, 2026. 

[Siaran Pers - Versi Bahasa]

Garut, Indonesia — Voice of Baceprot (VOB) kembali menghadirkan karya yang lahir dari kegelisahan terhadap realitas sosial melalui single terbaru bertajuk "GARONG". Lagu ini merupakan refleksi atas semakin mengakarnya praktik korupsi, sekaligus peringatan tentang bahaya ketika kejahatan perlahan diterima sebagai sesuatu yang lumrah.
Korupsi adalah kejahatan yang hampir semua orang sepakat sebagai tindakan tercela dan merugikan. Namun, di tengah kesadaran kolektif tersebut, praktiknya justru terus berkembang. Jumlah pelaku terus bertambah, nilai kerugian semakin besar, sementara berbagai celah dalam sistem, lemahnya penegakan hukum, serta budaya yang mudah memaafkan membuat kejahatan ini seolah menemukan ruang untuk terus hidup.
Melalui "GARONG", Voice of Baceprot menyoroti bagaimana sebuah sistem dapat secara perlahan melegitimasi penyimpangan. Ketika aturan dapat dimanipulasi, hukuman tidak memberikan efek jera, dan masyarakat terlalu cepat melupakan, korupsi bukan lagi sekadar tindakan individu, melainkan bagian dari budaya yang diwariskan.

Bagi Voice of Baceprot, kekhawatiran terbesar bukan hanya tentang besarnya kerugian materi, melainkan tentang hilangnya batas moral di tengah masyarakat. Ketika kecurangan, keserakahan, dan kebiasaan mengambil yang bukan menjadi hak dipertontonkan terus-menerus tanpa rasa bersalah, akan tiba saatnya semua itu dianggap sebagai sesuatu yang normal.
"Kami percaya bahwa ketika kebohongan dan penyalahgunaan kekuasaan terus dibiarkan, kita tidak hanya sedang menyaksikan kerusakan, tetapi juga ikut mewariskannya. Batas antara benar dan salah menjadi kabur, hati menjadi tumpul, dan kejujuran perlahan terasa asing." Terang Voice of Baceprot.
"GARONG" lahir dari kecemasan terhadap masa depan. Lagu ini bukan sekadar kritik terhadap pelaku korupsi, tetapi juga ajakan untuk mempertanyakan peran kita sebagai masyarakat. Sebab, ketika kita terus-menerus memaafkan tanpa menuntut perubahan, kita sedang membuka jalan bagi lahirnya generasi yang tumbuh dengan standar moral yang semakin rapuh.
 
Dengan karakter musik yang agresif dan lirik yang lugas, "GARONG" menjadi suara perlawanan terhadap normalisasi korupsi sekaligus pengingat bahwa menjaga integritas jauh lebih mudah daripada memperbaiki kerusakan yang telah mengakar.
Melalui single ini, Voice of Baceprot kembali menegaskan posisinya sebagai band yang memandang musik bukan hanya sebagai medium ekspresi artistik, tetapi juga sebagai ruang untuk menyuarakan keresahan sosial dan mengajak publik untuk terus mempertanyakan, mengkritisi, serta menjaga nilai-nilai yang seharusnya tidak pernah ditawar.
"GARONG" akan tersedia di seluruh platform digital mulai tanggal 16 Agustus 2026.


Song Credit
Title : GARONG
Release date : August 16, 2026
Performed and Arranged by Voice of Baceprot
      Vocals     : Firda Kurnia
      Guitars   : Firda Kurnia
      Bass       : Widi Rahmawati
      Drum      : Euis Siti Aisah
Lyric by Firda Kurnia
Music Produced by Christopher Bollemeyer
Mixed and Mastered by Ivan Gojaya at Roemah Iponk
Record Label : Dark Anthem Records

Instagram : voiceofbaceprot
YouTube : Voice of Baceprot
Email         : voiceofbaceprot@gmail.com
Website         : www.voiceofbaceprot.com

Read more

[PRESS RELEASE] Persigar Garut dan Voice of Baceprot Resmi Luncurkan Jersey Kolaborasi

Sun, 26 Apr 2026

Garut, 27 April 2026 — Persigar Garut resmi meluncurkan jersey terbarunya untuk mengarungi musim kompetisi. Peluncuran kali ini terasa istimewa karena dilakukan melalui kolaborasi bersama grup musik metal asal Garut yang telah dikenal di panggung internasional, Voice of Baceprot (VoB). Kolaborasi ini diumumkan secara resmi pada Minggu sore (26/4).

Tak hanya sekadar kerja sama visual atau merchandise semata, kolaborasi ini lahir dari kesamaan akar, identitas, dan semangat yang dimiliki kedua entitas asal Garut tersebut.

Jersey Persigar x VoB yang diproduksi oleh TWLV apparel ini hadir dengan dominasi warna hitam, dipadukan dengan aksen garis merah yang tegas di beberapa bagian. Di area tengah jersey terdapat artwork khas yang merepresentasikan identitas Garut, termasuk pattern ilustrasi domba yang telah lama menjadi simbol budaya masyarakat Garut. Senada dengan ilustrasi depan, bagian belakang jersey terdapat tulisan “RENEGADE SHEEP” yang diambil dari judul lagu Voice of Baceprot, yang secara simbolik merepresentasikan keberanian untuk berbeda, melawan stigma, dan tetap berdiri teguh pada identitas sendiri.

Logo Voice of Baceprot juga terpampang berdampingan dengan logo Persigar di bagian depan jersey, memperlihatkan semangat kolaborasi yang setara antara musik dan sepak bola.

Vokalis Voice of Baceprot, Marsya, menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar peluncuran jersey sepak bola semata.

“Bagi kami, kolaborasi ini bukan sekadar tentang membuat sebuah jersey. Di baliknya ada semangat dan nilai yang kami percayai bersama. Kami datang dari akar yang sama—secara identitas, geografis, maupun semangat untuk melawan diskriminasi dan merangkul keberagaman,” ujar Marsya.

Menurutnya, kolaborasi ini terasa sangat personal karena baik VoB maupun Persigar sama-sama lahir dan tumbuh di Garut. Ada ikatan emosional dan kebanggaan daerah yang membuat pertemuan ini terasa alami.

Senada dengan Marsya, media  officer Persigar, Ghani, juga mengamini semangat yang bisa merobohkan sekat-sekat tersebut.

“Semangat kedaerahan menjadi landasan kolaborasi ini. Persigar berharap bisa dikenal luas namanya, seperti VoB yang lebih dulu sohor di panggung musik dunia. Kami ingin dunia tahu, bahwa di sebuah kota yang indah di salah satu sudut Jawa bernama Garut, terdapat sebuah klub sepak bola legendaris bernama Persigar,” terang Ghani

Sang drummer, Sitti, juga menyoroti bagaimana musik dan sepak bola memiliki sejarah panjang yang saling beririsan. Keduanya bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga ruang untuk menyuarakan perjuangan, solidaritas, dan persatuan.

“Dari tribun stadion hingga panggung musik, keduanya telah menjadi medium yang mampu mempertemukan banyak orang dari berbagai latar belakang, ras, dan perbedaan. Jadi kolaborasi ini terasa begitu spesial bagi kami” tambah Sitti.

Jersey kolaborasi dengan Voice of Baceprot sendiri merupakan jersey ketiga (third) Persigar Garut musim 2025/2026. Musim ini, Persigar akan kembali berlaga di Liga 4 Nasional Piala Presiden, yang bakal digelar di bulan Mei 2026.

"Sejauh penelusuran public, jersey Persigar x Voice of Baceprot ini merupakan jersey kolaborasi tim sepak bola dengan musisi pertama dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, yang digunakan dalam kompetisi resmi," ucap Ikhsan Firmansyah dari TWLV.

Melalui kolaborasi Persigar x Voice of Baceprot ini, kedua pihak berharap dapat menghadirkan representasi baru tentang Garut—sebuah daerah dengan identitas kuat, penuh keberanian, dan mampu berbicara di level nasional maupun internasional melalui karya, budaya, musik, dan olahraga.

“Kami ingin membawa banyak semangat ke dalam sebuah karya yang bukan hanya bisa dipakai, tetapi juga bisa merepresentasikan identitas, keberanian, dan rasa kebersamaan -di atas panggung musik maupun lapangan hijau” Tutup Widi, bassist Voice of Baceprot.

Kini jersey kolaborasi Persigar x VoB kini telah tersedia dan dapat dipesan secara online melalui tautan berikut: https://voiceofbaceprot.com/vobxpersigar/preorder

Read more

[PRESS RELEASE] A Bold New Chapter: Voice of Baceprot Unleashes Explosive Mini Album “TRANSISI”

Fri, 23 May 2025

[English Version]

After introducing a series of powerful new singles between late 2024 and early 2025, Voice of Baceprot (VoB) now returns with a complete collection. The all-female metal trio—Firda “Marsya” Kurnia (guitar & vocals), Widi Rahmawati (bass), and Euis Sitti Aisah (drums)—officially release their latest mini album, TRANSISI. This EP stands as a bold musical statement about transformation, growth, and resistance to stagnation—both personal, social, and musical.

Featuring six explosive tracks, TRANSISI marks a new era in VoB’s artistic journey: more mature, more outspoken, and more fearless than ever. Not only does it deliver their signature thunderous sound, but each track also carries sharp, reflective narratives exploring social, political, and spiritual realities faced by the band—and perhaps, by many of us today.

The self-produced EP opens with “Mighty Island,” an energetic and rousing track. The song serves as a metaphor for a promised land taken away from its people—an electrifying revolutionary anthem of liberation.

Next comes “RENEGADE SHEEP,” a capital-lettered title that doubles as a battle cry for free spirits who choose to go against the current. "This is a voice for those who no longer want to be silenced members of the herd," Marsya, the band’s lyricist, explains.

Track three, “Put The Gun Down,” delivers a powerful message of peace amidst an increasingly brutal world. It sheds light on the humanity often hidden behind acts of violence and legalized repression.

Continuing this spirit, VoB presents a searing critique of Indonesia’s current political climate in “Madness of The Present Century.” The track rages against normalized nepotism, abuses of power, and blatant corruption. It is a raw, honest protest and a refusal to accept a system that no longer serves its people.

As the EP nears its end, “The Other Side of Metalism” takes a more introspective and philosophical turn. The song explores the spiritual dimensions of heavy music—as a form of deep expression that transcends genre boundaries.

Finally, a remastered version of “Rumah Tanah Tidak Dijual”—previously released as part of the IKLIM compilation by Music Declares Indonesia—closes the EP with a reflective tone. The track speaks to the ongoing threat of deforestation and land grabbing under the guise of development, mining, or tourism. "Since we were teens, we often overheard adults talking about turning forests, rivers, valleys, mountains—even rice fields—into tourist destinations," VoB recalls.

With TRANSISI, Voice of Baceprot asserts themselves as more than just a band—they are the voice of a generation in flux: questioning everything, doubting the status quo, and courageously igniting the spark of change.

All tracks on the TRANSISI EP were produced by Christopher Bollemeyer (aka Coki NTRL), with vocals and drums recorded at Syaelendra Studio, and guitars and bass tracked at PM16 Studio, Coki’s personal studio, with engineer Iphe Topan. Mixing and mastering were handled by Ivan Gojaya at Roemah Iponk, and the album cover was created by Akmal Abdurahman (@akawork280).

TRANSISI is now available on all major digital streaming platforms. This six-track mini album is said to be a prelude to a full-length album currently in the works. For now, listen, feel, and become a part of the TRANSISI that VoB is bringing forward.


[Versi Bahasa]

Setelah mengenalkan beberapa lagu baru yang dilepas dalam kurun waktu akhir 2024 sampai awal 2025, kini Voice of Baceprot (VoB) kembali hadir dengan rangkuman lengkap. Trio yang dihuni oleh Firda “Marsya” Kurnia (gitar & vokal), Widi Rahmawati (bass), Euis Sitti Aisah (drum) resmi merilis sebuah mini album terbaru yang bertajuk TRANSISI. EP ini hadir sebagai pernyataan musikal yang kuat tentang perubahan, pertumbuhan, dan perlawanan terhadap stagnasi, baik secara personal, sosial, maupun musikal.

Terdiri dari 6 trek eksplosif, TRANSISI menjadi penanda fase baru perjalanan artistik VoB—lebih matang, lebih lantang, dan lebih berani. Tidak hanya menyuguhkan dentuman musik keras yang khas, setiap lagu dalam EP ini juga menyampaikan narasi yang tajam dan reflektif terhadap realitas sosial, politik, dan spiritual yang kini mereka –dan mungkin juga banyak orang hadapi.

Album mini yang dikerjakan secara mandiri ini dibuka dengan nomor “Mighty Island” sebuah trek penuh energi yang menggugah. Lagu ini menjadi metafora tentang tanah yang dijanjikan namun direnggut dari tangan rakyatnya—sebuah seruan revolusioner yang penuh semangat pembebasan.

Kemudian berlanjut dengan nomor “RENEGADE SHEEP” lagu dengan judul kapital ini menjadi atnthem bagi mereka yang berjiwa bebas, yang memilih untuk menentang arus.

“Ini adalah suara bagi mereka yang tak lagi ingin menjadi bagian dari kawanan yang dibungkam.” Terang Marsya, penulis lirik.

Trek 3 menghadirkan lagu “Put The Gun Down” sebuah lagu yang memiliki pesan damai yang kuat di tengah dunia yang semakin brutal. Lagu ini mengupas sisi kemanusiaan di balik kekerasan dan represifitas yang kerap dilegalkan.

Masih dalam nafas yang sama, VoB juga hadir dengan nomor baru berjudul “Madness of The Present Century” yang menyuarakan kritik pedas terhadap iklim politik Indonesia hari ini—tentang nepotisme yang dinormalisasi, kekuasaan yang disalahgunakan, dan kecurangan yang terang-terangan. Lagu ini adalah bentuk kemarahan yang jujur dan penolakan terhadap sistem yang tak lagi berpihak pada rakyat.

Menjelang penutup, “The Other Side of Metalism” hadir dengan nada yang penuh introspektif dan filosofis. Lagu ini menggali sisi spiritual dari musik keras, sebagai bentuk ekspresi terdalam yang melampaui batasan genre.

Lalu nomor mastering ulang “Rumah Tanah Tidak Dijual” yang sebelumnya terangkum dalam album kompilasi IKLIM, besutan Music Declares Indonesia menjadi penutup sempurna TRANSISI. Nomor penuh refleksi tentang kondisi bumi saat ini, di mana deforestasi terus terjadi sepanjang hari yang dalam waktu bersamaan tanah yang dihuni oleh rakyat juga terancam diambil alih. Motif di baliknya tentu beragam, dari pembangunan pabrik, penggalian tambang, hingga pengembangan wisata.

“Sejak remaja kami sering mencuri dengar obrolan orang-orang dewasa tentang wacana alih fungsi hutan, sungai, lembah, gunung, bahkan sawah menjadi wahana-wahana wisata..” Terang VOB.

Dengan “TRANSISI”, Voice of Baceprot menegaskan diri sebagai lebih dari sekadar band: mereka adalah suara generasi yang sedang tumbuh—yang meragukan segalanya, mempertanyakan semua, dan berani menyalakan api perubahan.

Seluruh lagu dalam EP TRANSISI diproduseri oleh Christopher Bollemeyer aka Coki NTRL dan direkam di dua studio berbeda, untuk vokal dan drum di Syaelendra Studio sedangkan gitar dan bass di studio pribadi sang produser, PM16 Studio dengan teknisi Iphe Topan. Untuk proses mixing mastering dikerjakan oleh Ivan Gojaya di Roemah Iponk, sedangkan untuk sampul album digarap oleh Akmal Abdurahman aka @akawork280.

EP TRANSISI kini sudah tersedia di seluruh platform digital streaming. Album mini berisi 6 trek ini juga kabarnya akan dilanjutkan dengan album penuh yang saat ini sedang VOB kerjakan. Sementara dengarkan, rasakan, dan jadilah bagian dari TRANSISI seperti yang sedang VOB bawa.


EP Credit
EP Title: TRANSISI
Track :
       1. Mighty Island
       2. RENEGADE SHEEP
       3. Put The Gun Down
       4. Madness of The Present Century
       5. The Other Side of Metalism
       6. Rumah Tanah Tidak Dijual – Remastered 2025
Performed and Arranged by Voice of Baceprot
       Vocals : Firda Kurnia
       Guitars : Firda Kurnia
       Bass : Widi Rahmawati
       Drum : Euis Siti Aisah
Music Produced by Christopher Bollemeyer
Mixed and Mastered by Ivan Gojaya at Roemah Iponk
Record Label: Dark Anthem Records
Artwork by Akmal Abdurahman (@akawork280)

Instagram : voiceofbaceprot
YouTube : Voice of Baceprot
Email : voiceofbaceprot@gmail.com

Read more

Latest News

The latest VoB news is up to events in our concerts here! Welcome to the VoB world!

NHK WORLD-JAPAN

Indonesian hijab-wearing metal band performs in Japan

Sun, 01 Jun 2025
An all-female, hijab-wearing heavy metal band from Indonesia captivated the audience at their first ever performance in Japan. The trio named Voice of Baceprot was formed in 2014 in West ...
Read more

Stereogum

Off The Wall With Voice Of Baceprot

Thu, 06 Mar 2025
For Voice Of Baceprot, mere existence is an act of disruption. The all-female trio from the small Indonesian village of Singajaya has made waves in the world of heavy music ...
Read more

BBC

BBC 100 Women 2024: Who is on the list this year?

Tue, 03 Dec 2024
Challenging gender and religious norms is something Firda Marsya Kurnia is comfortable with, as lead vocalist and guitarist in the all-female, hijab-wearing heavy metal band Voice of ...
Read more

Videos

Our latest videos on our official Youtube channel! Don't forget to subscribe!

Our STORE

Listed below our awesome store items! We design custom merchandise for our awesome fans!