A list of festivals and concerts to be held soon! You can buy the latest concert tickets here!
|
Aug 29-30 2026 |
SaturdayJam Jam Asia Music Festival 2026
No. 99號, Taipei, TAIWAN
|
Tickets |
|
Dec 04 2026 |
FridayGood Things Festival | Melbourne 2026
448 Epsom Rd, Melbourne, AUSTRALIA
|
Tickets |
|
Dec 05 2026 |
SaturdayGood Things Festival | Sydney 2026
1 Showground Rd, Sydney Olympic Park, AUSTRALIA
|
Tickets |
|
Dec 06 2026 |
SundayGood Things Festival | Brisbane 2026
600 Gregory Terrace, Brisbane, AUSTRALIA
|
Tickets |
Single and all music albums we released between 2014 and 2026!
Garut, 27 April 2026 — Persigar
Garut resmi meluncurkan jersey terbarunya untuk mengarungi musim kompetisi.
Peluncuran kali ini terasa istimewa karena dilakukan melalui kolaborasi bersama
grup musik metal asal Garut yang telah dikenal di panggung internasional, Voice
of Baceprot (VoB). Kolaborasi ini diumumkan secara resmi pada Minggu sore (26/4).
Tak hanya sekadar kerja sama
visual atau merchandise semata, kolaborasi ini lahir dari kesamaan akar,
identitas, dan semangat yang dimiliki kedua entitas asal Garut tersebut.
Jersey Persigar x VoB yang
diproduksi oleh TWLV apparel ini hadir dengan dominasi warna hitam, dipadukan
dengan aksen garis merah yang tegas di beberapa bagian. Di area tengah jersey
terdapat artwork khas yang merepresentasikan identitas Garut, termasuk pattern
ilustrasi domba yang telah lama menjadi simbol budaya masyarakat Garut. Senada
dengan ilustrasi depan, bagian belakang jersey terdapat tulisan “RENEGADE SHEEP”
yang diambil dari judul lagu Voice of Baceprot, yang secara simbolik
merepresentasikan keberanian untuk berbeda, melawan stigma, dan tetap berdiri
teguh pada identitas sendiri.
Logo Voice of Baceprot juga
terpampang berdampingan dengan logo Persigar di bagian depan jersey,
memperlihatkan semangat kolaborasi yang setara antara musik dan sepak bola.
Vokalis Voice of Baceprot,
Marsya, menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki makna yang jauh lebih dalam
dibanding sekadar peluncuran jersey sepak bola semata.
“Bagi kami, kolaborasi ini bukan
sekadar tentang membuat sebuah jersey. Di baliknya ada semangat dan nilai yang
kami percayai bersama. Kami datang dari akar yang sama—secara identitas,
geografis, maupun semangat untuk melawan diskriminasi dan merangkul
keberagaman,” ujar Marsya.
Menurutnya, kolaborasi ini terasa sangat personal karena baik VoB maupun Persigar sama-sama lahir dan tumbuh di Garut. Ada ikatan emosional dan kebanggaan daerah yang membuat pertemuan ini terasa alami.
Senada dengan Marsya, media officer Persigar, Ghani, juga mengamini
semangat yang bisa merobohkan sekat-sekat tersebut.
“Semangat kedaerahan menjadi
landasan kolaborasi ini. Persigar berharap bisa dikenal luas namanya, seperti
VoB yang lebih dulu sohor di panggung musik dunia. Kami ingin dunia tahu, bahwa
di sebuah kota yang indah di salah satu sudut Jawa bernama Garut, terdapat
sebuah klub sepak bola legendaris bernama Persigar,” terang Ghani
Sang drummer, Sitti, juga menyoroti
bagaimana musik dan sepak bola memiliki sejarah panjang yang saling beririsan.
Keduanya bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga ruang untuk menyuarakan
perjuangan, solidaritas, dan persatuan.
“Dari tribun stadion hingga
panggung musik, keduanya telah menjadi medium yang mampu mempertemukan banyak
orang dari berbagai latar belakang, ras, dan perbedaan. Jadi kolaborasi ini
terasa begitu spesial bagi kami” tambah Sitti.
Jersey kolaborasi dengan Voice of
Baceprot sendiri merupakan jersey ketiga (third) Persigar Garut musim
2025/2026. Musim ini, Persigar akan kembali berlaga di Liga 4 Nasional Piala
Presiden, yang bakal digelar di bulan Mei 2026.
"Sejauh penelusuran public, jersey Persigar x Voice of Baceprot ini merupakan jersey kolaborasi tim sepak bola dengan musisi pertama dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, yang digunakan dalam kompetisi resmi," ucap Ikhsan Firmansyah dari TWLV.
Melalui kolaborasi Persigar x
Voice of Baceprot ini, kedua pihak berharap dapat menghadirkan representasi
baru tentang Garut—sebuah daerah dengan identitas kuat, penuh keberanian, dan
mampu berbicara di level nasional maupun internasional melalui karya, budaya,
musik, dan olahraga.
“Kami ingin membawa banyak
semangat ke dalam sebuah karya yang bukan hanya bisa dipakai, tetapi juga bisa
merepresentasikan identitas, keberanian, dan rasa kebersamaan -di atas panggung
musik maupun lapangan hijau” Tutup Widi, bassist Voice of Baceprot.
Kini jersey kolaborasi Persigar x
VoB kini telah tersedia dan dapat dipesan secara online melalui tautan berikut:
https://voiceofbaceprot.com/vobxpersigar/preorder
[English Version]
After introducing a series of powerful new singles between late 2024 and early 2025, Voice of Baceprot (VoB) now returns with a complete collection. The all-female metal trio—Firda “Marsya” Kurnia (guitar & vocals), Widi Rahmawati (bass), and Euis Sitti Aisah (drums)—officially release their latest mini album, TRANSISI. This EP stands as a bold musical statement about transformation, growth, and resistance to stagnation—both personal, social, and musical.
Featuring six explosive tracks, TRANSISI marks a new era in VoB’s artistic journey: more mature, more outspoken, and more fearless than ever. Not only does it deliver their signature thunderous sound, but each track also carries sharp, reflective narratives exploring social, political, and spiritual realities faced by the band—and perhaps, by many of us today.
The self-produced EP opens with “Mighty Island,” an energetic and rousing track. The song serves as a metaphor for a promised land taken away from its people—an electrifying revolutionary anthem of liberation.
Next comes “RENEGADE SHEEP,” a capital-lettered title that doubles as a battle cry for free spirits who choose to go against the current. "This is a voice for those who no longer want to be silenced members of the herd," Marsya, the band’s lyricist, explains.
Track three, “Put The Gun Down,” delivers a powerful message of peace amidst an increasingly brutal world. It sheds light on the humanity often hidden behind acts of violence and legalized repression.
Continuing this spirit, VoB presents a searing critique of Indonesia’s current political climate in “Madness of The Present Century.” The track rages against normalized nepotism, abuses of power, and blatant corruption. It is a raw, honest protest and a refusal to accept a system that no longer serves its people.
As the EP nears its end, “The Other Side of Metalism” takes a more introspective and philosophical turn. The song explores the spiritual dimensions of heavy music—as a form of deep expression that transcends genre boundaries.
Finally, a remastered version of “Rumah Tanah Tidak Dijual”—previously released as part of the IKLIM compilation by Music Declares Indonesia—closes the EP with a reflective tone. The track speaks to the ongoing threat of deforestation and land grabbing under the guise of development, mining, or tourism. "Since we were teens, we often overheard adults talking about turning forests, rivers, valleys, mountains—even rice fields—into tourist destinations," VoB recalls.
With TRANSISI, Voice of Baceprot asserts themselves as more than just a band—they are the voice of a generation in flux: questioning everything, doubting the status quo, and courageously igniting the spark of change.
All tracks on the TRANSISI EP were produced by Christopher Bollemeyer (aka Coki NTRL), with vocals and drums recorded at Syaelendra Studio, and guitars and bass tracked at PM16 Studio, Coki’s personal studio, with engineer Iphe Topan. Mixing and mastering were handled by Ivan Gojaya at Roemah Iponk, and the album cover was created by Akmal Abdurahman (@akawork280).
TRANSISI is now available on all major digital streaming platforms. This six-track mini album is said to be a prelude to a full-length album currently in the works. For now, listen, feel, and become a part of the TRANSISI that VoB is bringing forward.
[Versi Bahasa]
Setelah mengenalkan beberapa lagu baru yang dilepas dalam kurun waktu akhir 2024 sampai awal 2025, kini Voice of Baceprot (VoB) kembali hadir dengan rangkuman lengkap. Trio yang dihuni oleh Firda “Marsya” Kurnia (gitar & vokal), Widi Rahmawati (bass), Euis Sitti Aisah (drum) resmi merilis sebuah mini album terbaru yang bertajuk TRANSISI. EP ini hadir sebagai pernyataan musikal yang kuat tentang perubahan, pertumbuhan, dan perlawanan terhadap stagnasi, baik secara personal, sosial, maupun musikal.
Terdiri dari 6 trek eksplosif, TRANSISI menjadi penanda fase baru perjalanan artistik VoB—lebih matang, lebih lantang, dan lebih berani. Tidak hanya menyuguhkan dentuman musik keras yang khas, setiap lagu dalam EP ini juga menyampaikan narasi yang tajam dan reflektif terhadap realitas sosial, politik, dan spiritual yang kini mereka –dan mungkin juga banyak orang hadapi.
Album mini yang dikerjakan secara mandiri ini dibuka dengan nomor “Mighty Island” sebuah trek penuh energi yang menggugah. Lagu ini menjadi metafora tentang tanah yang dijanjikan namun direnggut dari tangan rakyatnya—sebuah seruan revolusioner yang penuh semangat pembebasan.
Kemudian berlanjut dengan nomor “RENEGADE SHEEP” lagu dengan judul kapital ini menjadi atnthem bagi mereka yang berjiwa bebas, yang memilih untuk menentang arus.
“Ini adalah suara bagi mereka yang tak lagi ingin menjadi bagian dari kawanan yang dibungkam.” Terang Marsya, penulis lirik.
Trek 3 menghadirkan lagu “Put The Gun Down” sebuah lagu yang memiliki pesan damai yang kuat di tengah dunia yang semakin brutal. Lagu ini mengupas sisi kemanusiaan di balik kekerasan dan represifitas yang kerap dilegalkan.
Masih dalam nafas yang sama, VoB juga hadir dengan nomor baru berjudul “Madness of The Present Century” yang menyuarakan kritik pedas terhadap iklim politik Indonesia hari ini—tentang nepotisme yang dinormalisasi, kekuasaan yang disalahgunakan, dan kecurangan yang terang-terangan. Lagu ini adalah bentuk kemarahan yang jujur dan penolakan terhadap sistem yang tak lagi berpihak pada rakyat.
Menjelang penutup, “The Other Side of Metalism” hadir dengan nada yang penuh introspektif dan filosofis. Lagu ini menggali sisi spiritual dari musik keras, sebagai bentuk ekspresi terdalam yang melampaui batasan genre.
Lalu nomor mastering ulang “Rumah Tanah Tidak Dijual” yang sebelumnya terangkum dalam album kompilasi IKLIM, besutan Music Declares Indonesia menjadi penutup sempurna TRANSISI. Nomor penuh refleksi tentang kondisi bumi saat ini, di mana deforestasi terus terjadi sepanjang hari yang dalam waktu bersamaan tanah yang dihuni oleh rakyat juga terancam diambil alih. Motif di baliknya tentu beragam, dari pembangunan pabrik, penggalian tambang, hingga pengembangan wisata.
“Sejak remaja kami sering mencuri dengar obrolan orang-orang dewasa tentang wacana alih fungsi hutan, sungai, lembah, gunung, bahkan sawah menjadi wahana-wahana wisata..” Terang VOB.
Dengan “TRANSISI”, Voice of Baceprot menegaskan diri sebagai lebih dari sekadar band: mereka adalah suara generasi yang sedang tumbuh—yang meragukan segalanya, mempertanyakan semua, dan berani menyalakan api perubahan.
Seluruh lagu dalam EP TRANSISI diproduseri oleh Christopher Bollemeyer aka Coki NTRL dan direkam di dua studio berbeda, untuk vokal dan drum di Syaelendra Studio sedangkan gitar dan bass di studio pribadi sang produser, PM16 Studio dengan teknisi Iphe Topan. Untuk proses mixing mastering dikerjakan oleh Ivan Gojaya di Roemah Iponk, sedangkan untuk sampul album digarap oleh Akmal Abdurahman aka @akawork280.
EP TRANSISI kini sudah tersedia di seluruh platform digital streaming. Album mini berisi 6 trek ini juga kabarnya akan dilanjutkan dengan album penuh yang saat ini sedang VOB kerjakan. Sementara dengarkan, rasakan, dan jadilah bagian dari TRANSISI seperti yang sedang VOB bawa.
EP Credit
EP Title: TRANSISI
Track :
1. Mighty Island
2. RENEGADE SHEEP
3. Put The Gun Down
4. Madness of The Present Century
5. The Other Side of Metalism
6. Rumah Tanah Tidak Dijual – Remastered 2025
Performed and Arranged by Voice of Baceprot
Vocals : Firda Kurnia
Guitars : Firda Kurnia
Bass : Widi Rahmawati
Drum : Euis Siti Aisah
Music Produced by Christopher Bollemeyer
Mixed and Mastered by Ivan Gojaya at Roemah Iponk
Record Label: Dark Anthem Records
Artwork by Akmal Abdurahman (@akawork280)
Instagram : voiceofbaceprot
YouTube : Voice of Baceprot
Email : voiceofbaceprot@gmail.com
The latest VoB news is up to events in our concerts here! Welcome to the VoB world!
Our latest videos on our official Youtube channel! Don't forget to subscribe!
Listed below our awesome store items! We design custom merchandise for our awesome fans!